Tak Hanya Rafid Topan, Gaji Pembalap Ini Juga Bisa Bikin Terkejut
100kpj – Ketika ajang balapan nasional maupun internasional selevel Asia masih belum ada konfirmasi yang resmi, bursa pembalap di Indonesia tetap bergulir. Buktinya tim H Putra 969 sudah resmi mengontrak dua pembalap Indonesia yakni Rafid Topan Sucipto dan Fitriansyah Kete.
Kedua pembalap ini jadi sorotan publik lantaran nilai kontraknya yang fantastis, Rafid Topan dikontrak selama tiga tahun dengan nilai Rp3 miliar. Sementara Fitriansyah Kete, dikontrak dengan nominal Rp800 juta per tahun selama tiga tahun.
Berbeda dengan Rafid Topan yang proses pembayaran nilai kontrak selesai pada tahun ini, Fitriansyah Kete mengaku proses pembayarannya dibayar selama tiga tahun.
"Maksudnya Rp800 juta dikali tiga, karena kontrak selama tiga tahun jumlahnya Rp2,4 miliar. Dibayar Rp1,4 miliar untuk dua tahun, kemudian tahun ketiga dibayar sisanya," jelas Kete kepada 100KPJ.com melalui sambungan telepon.
Fitrianysah Kete juga menjelaskan kalau penghasilannya tidak hanya nilai kontrak tersebut, tapi ada bonus yang dibayarkan setiap kali dirinya mendapatkan podium. "Podium pertama saya dapat bonus Rp50 juta, podium dua Rp35 juta dan podium tiga Rp25 juta," jelasnya.
Lebih lanjut Kete menejelaskan bahwa bonus itu bakal diterima jika dia meraih podium di ajang balapan mana pun baik nasional maupun internasional,
"Kalau satu seri balapannya dua race, saya podium satu dua race ya brarti saya dapat Rp100 juta untuk bonus satu seri," bebernya.
Kepada 100KPJ.com Kete mengaku jika nominal nilai kontrak yang didapat musim ini, adalah paling besar selama Kete menjadi pembalap profesional.
"Selama 20 tahun saya balapan, ini nilai kontrak yang paling besar, apalagi jika balapannya tidak ada karena corona masih belum selesai, maka uang kontrak akan tetap cair," katanya.
Meski demikian, Kete juga mengaku bahwa musim ini diberi target yang tidak bisa disepelekan. Apalagi di ajang balapan nasional titel juara Nasional untuk kelas para raja masih berada dipundaknya.
"Musim ini saya balapan di ajang nasional Oneprix, Kejurnas Motorsport IMS dan Indonesia Cup Prix serta Asia Road Racing Championship untuk kelas internasional. Pokoknya targetnya simpel, musim ini harus juara semua balapan yang saya ikuti. Simpel dalam pengucapan tapi tentu tidak mudah untuk diraih," pungkasnya.
Baca juga: Kaget, Ketika Tahu Gaji Pembalap Indonesia Rapid Topan Sucipto

Sehari Menjadi Pembalap di Sirkuit Mandalika Bersama Hyundai Ioniq 5 N

Pakai Motor Yamaha yang Lebih Kencang Aldi Satya Mahendara Terjun di WorldSSP600

Yamaha YZF-R9 Jadi Tunggangan Aldi Satya Mahendra di WorldSSP 2025

Aldi Satya Mahendra Pembalap Indonesia Pertama yang Juara Dunia

Gegara Dipaksa Kerja Keras Oleh Marc Marquez, Mesin Ducati Desmosedici GP23 Dirombak

Pembalap Ducati asal Italia Ini Tewas Tragis saat Ikut Balapan di Jalan Raya

Selangkah Lagi Lewis Hamilton Beli Tim MotoGP, Apakah Gresini Racing?

Pembalap Indonesia Bakal Ramaikan MotoGP Aragon 2024

Veda Ega dan Adenanta Putra Cetak Sejarah di ARRC Sirkuit Mandalika

Federal Oil Bangga Marc Marquez dan Alex Marquez Mengulang Sejarah MotoGP

Max Verstappen Sebut Marc Marquez Perlu Belajar ke Francesco Bagnaia

Bos Pramac Sebut Bagnaia Jadi Juara Dunia di MotoGP 2025 Bukan Marc Marquez

Pedro Acosta Bakal Direkrut Ducati Jika KTM Mundur dari MotoGP?

Jika Sudah Mendapatkan Ini Bersama Ducati Marc Marquez Siap Pensiun
