Cara Jokowi Hambat Pemudik Masuk DKI Jakarta Saat Arus Balik
100kpj – Aturan mudik yang dibuat pemerintah ternyata tidak ampuh untuk melarang masyarakat pulang ke kampung halamannya. Hal tersebut terlihat dari kendaraan yang meninggalkan Jakarta jumlahnya meningkat setiap hari sebelum lebaran.
Padahal larangan tersebut dibuat untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 yang dibawa masyarakat terutama dari zona merah. Maka untuk mengantisipasinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat pintu masuk para pemudik.
Mereka yang datang dari daerah lain, di luar Jabodetabek akan dipersulit masuk ke Jakarta. Petugas yang berjaga di penyekatan akan memerintahkan putar balik ke daerah sebelumnya, jika pemudik tidak mengantongi surat izin keluar masuk atau SIKM.
Hari kedua setelah lebaran, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 55.776 kendaraan menuju Jakarta dari arah timur, barat, dan selatan. Dengan meningkatnya arus balik tersebut, Presiden Jokowi memiliki cara untuk mencegah pemudik masuk.
Salah satunya adalah pengendalian kendaraan saat arus balik. Menurutnya tren penurunan pasien covid-19 di DKI harus dipertahankan. Salah satunya menjaga ketat para pemudik dari luar daerah masuk, karena berpotensi memunculkan kasus baru.
“Pengendalian arus balik. Ini penting untuk kita kendalikan agar tidak terjadi sirkulasi bolak-balik dalam penyebaran virus yang berpotensi memunculkan gelombang kedua. Utamanya di wilayah Jabodetabek,” ujarnya saat rapat kabinet terbatas dilansir Viva.co.id, Rabu 27 Mei 2020.
“Saya melihat data tadi pagi tren untuk R1 DKI Jakarta sudah di bawah satu, sehingga ini harus kita tekan agar lebih menurun lagi,” tuturnya.
Menurut Jasa Marga kendaraan yang masuk ke Jakarta pada H+2 itu menurun 63 persen dibandingkan periode yang sama di 2019. Hal tersebut disampaikan Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru.
“Distribusi lalu lintas menuju Jakarta sebesar 33,3 persen dari arah timur, dari arah barat 30,7 persen, dana rah selatan 36 persen,” ujarnya seperti dikutip 100KPJ dari keterangan resminya.
Dari arah GT Cikampek Utama 2 sebanyak 9.446 kendaraan menuju Jakarta, sementara di GT Kalihurip Utama 2 terpantau 9.147 kendaraan. Kemudian yang melalui GT Cikupa mencapai 17.098 kendaraan, dan GT Ciawi 2 sebanyak 20.085 kendaraan.
“Jasa Marga menghimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan covid-19, dengan tidak mudik dan tdak piknik lebaran tahun 2020,” kata Heru.

Mobil yang Kena Tilang Ganjil Genap saat Mudik Bertambah, Siap-siap Bayar

6 Hal Penting yang Wajib Didapatkan Motor Setelah Digunakan Mudik

Ribuan Mobil Listrik Mudik, PLN 'Nyaur' Pengisian Daya di SPKLU Melonjak

7 Hal Penting yang Perlu Dilakukan Pemilik Mobil Setelah Mudik Lebaran

Ribuan Surat Tilang Dikirim ke Rumah Pemilik Mobil yang Melanggar Ganjil Genap Mudik

Korlantas Polri Beberkan Jumlah Kecelakaan Mudik Lebaran

Exxonmobil Berangkatkan Ratusan Mekanik Mudik Gratis 2024 Pakai Bus Premium

Waktu Maksimal Mengendarai Motor saat Mudik Lebaran, Jangan Sok Kuat

Mudik Pakai Mobil Pribadi ada 8 Tips Penting yang Perlu Diketahui saat Contraflow

Mudik Pakai Mobil Listrik, Wuling Sediakan 6 Charging Station Gratis

Fitur yang Melimpah Bikin Harga Jual Mitsubishi New Xpander Tetap Tinggi

Tak Sekedar Mewah, Mitsubishi New Xpander Cross Makin Nyaman dan Aman

Punya Segudang Pengalaman Mobil 1 Mengklaim Bukan Sekadar Oli Mesin

Sebelum Terjun ke Dunia Kerja, Brand Perkakas Ini Transfer Ilmu ke Pelajar SMK
