Pak Prabowo, Jadi Enggak Beli Jet Tempur Baru?
100kpj – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto agaknya berada di ambang kebingungan, setelah jet tempur asal Rusia incarannya, Sukhoi SU-35, kemungkinan batal mendarat di Indonesia lantaran muncul ancaman dari Amerika Serikat (AS). Hal itu merujuk pada Countering America's Adversaries Through Sanctions Act.
Pada dasarnya, melalui Countering America's Adversaries Through Sanctions Act, AS dimungkinkan menjatuhkan sanksi ekonomi kepada negara yang mencoba melawan mereka atau melakukan kegiatan yang berpotensi merugikan kepentingan negara tersebut.
Baca juga: Dapat Tekanan dari AS, Menhan Prabowo Batal Beli Jet Tempur SU-35?
Dilansir dari Bloomberg, Kamis 19 Maret 2020, pejabat yang mengetahui kontrak pembelian jet itu mengatakan bahwa sejumlah rekan telah berulang kali mempertanyakan mengapa Indonesia tidak boleh membeli jet Rusia dalam beberapa pertemuan dengan pihak AS dan menteri pertahanan mereka.
Namun, perwakilan AS hanya menjawab bahwa hal tersebut merupakan kebijakan negara yang tak bisa diganggu gugat. Menurut mereka, aturan itu berlaku bagi Rusia, China, dan beberapa negara lain yang juga dianggap AS sebagai ancaman.
Sejak nota kesepakatan ditandatangani pada Februari 2018 silam, pembelian 11 unit jet tempur SU-35 memang selalu menemui hambatan. Pada penghujung tahun lalu, Prabowo sempat mengunjungi Perancis untuk membuka kemungkinan memboyong pesawat Dassault Rafale ke Tanah Air. Namun lagi-lagi, upayanya tak menemukan titik terang.
Ketua Umum Gerindra itu pun kembali mengalihkan perhatiannya pada SU-35. Pada bulan Januari 2020, dirinya menyambangi Moskow, Rusia, untuk bertemu Menteri Pertahanan negara setempat, Sergey Shoygu. Pertemuan tertutup itu kabarnya menghasilkan kesepakatan baru terkait pembelian jet tempur generasi keempat tersebut.
Dua bulan berselang, belum ada kejelasan kabar mengenai perkembangannya. Malah, akibat ancaman yang dilayangkan AS, Pemerintah Indonesia berniat membatalkan negosiasi tersebut.
Tak hanya memerintahkan Indonesia untuk membatalkan kontrak pembelian Su-35 dari Rusia, pihak AS juga menawarkan Indonesia untuk membeli F-16 buatannya.
Namun demikian, Indonesia menolak dan lebih tertarik membeli F-35 karena jet tempur itu dikembangkan dalam program Joint Strike Fighter atau JSF dengan negara-negara lain. Program yang dipimpin AS itu juga diikuti Inggris, Italia, Denmark, Belanda, Norwegia, Kanada, serta Australia.
Kendati kabar pembatalan kontrak pembelian SU-35 itu sudah berhembus kencang, namun menurut kantor berita Sputnik, pihak Rusia belum mendapat pemberitahuan resmi dari pemerintah Indonesia, baik itu secara lisan maupun tertulis.
"Belum ada pernyataan penolakan resmi, tidak ada yang mengirimkan kami dokumen apa pun soal hal ini dan tidak ada pemberitahuan lisan kepada kami terkait ini. Jadi saya pikir ini informasi yang minim verifikasi," kata Direktur Kerja Sama Teknis Militer Rusia, Dmtry Shugaev.

Prabowo Minta Pabrikan Otomotif Kerja Sama Bikin Mobil Indonesia

Keunggulan Mobil China yang Dipakai Presiden Prabowo di Papua

Kata Pakar soal Rencana Prabowo Setop Impor BBM dan Bikin Bensin dari Singkong

Prabowo Mau Singkong Jadi Bensin, BRIN: Indonesia Masih Impor Singkong

Prabowo Singgung Singkong Bisa Disulap Jadi Bensin, Gimana Caranya?

Prabowo Janjikan Indonesia Setop Impor BBM, Sulap Singkong dan Tebu Jadi Bensin

Harta Berjalan Prabowo Subianto yang Dapat Pangkat Bintang 4 dari Presiden Jokowi

Gibran Pakai Mobil Andalan Prabowo Sambut Kemenangan Pilpres 2024

Gak Nyangka, Cuma Segini Harga Helm yang Digunakan Gibran dan Istrinya

Gara-gara Ini Cawapres Gibran Pakai Motor Listrik saat Kampanye Akbar

Fitur yang Melimpah Bikin Harga Jual Mitsubishi New Xpander Tetap Tinggi

Tak Sekedar Mewah, Mitsubishi New Xpander Cross Makin Nyaman dan Aman

Punya Segudang Pengalaman Mobil 1 Mengklaim Bukan Sekadar Oli Mesin

Sebelum Terjun ke Dunia Kerja, Brand Perkakas Ini Transfer Ilmu ke Pelajar SMK
