Marak Label Nasional di Balik Motor-Mobil China di RI, Siapa Bermain
100kpj – Pasar otomotif Indonesia kian ramai setelah perusahaan berlabel nasional mulai banyak bermunculan. Hal itu awalnya dianggap baik, lantaran menjadi bukti bahwa bangsa kita mampu berdiri di atas kaki sendiri. Namun ada satu pertanyaan yang mesti dipertegas, apakah produk yang dihasilkan murni buatan dalam negeri?
Ketika PT Solo Manufaktur Kreasi melahirkan produk pertama Esemka yang bernama Bima, masyarakat Tanah air seketika mempertanyakan statusnya yang diklaim sebagai produk nasional. Sebab, kandungan lokal di mobil jenis pikap tersebut tak sampai 50 persen dari jumlah keseluruhan.
Baca juga: Harusnya Esemka Fair, Kalau Memang Produk dari China
Ditambah lagi, secara tampilan, mobil yang saat peresmiannya dihadiri Presiden Joko Widodo itu juga nampak menyerupai pikap China bernama Changan Star. Hal itu tentu kian membuat masyarakat ragu mengenai posisinya sebagai mobil buatan anak bangsa.
Bukan hanya roda empat, merek sepeda motor berlabel nasional juga turut menyita perhatian publik. Terbaru, PT Indo Jaya Motor Electric melalui produknya bernama Elvindo mengklaim sebagai produk asli Indonesia. Namun, pihaknya hanya bertindak sebagai perakit saja, sedang komponennya masih berasal dari China.
“Kita impor komponen dari China, kemudian merakitnya di Indonesia,” ujar purnawirawan Irjen Pol Setyo Wasisto yang kini menjabat sebagai Komisaris Elvindo kepada pewarta di Tangerang.
Lantas, mengapa fenomena sembunyinya merek China di balik embel-embel ‘nasional’ belakangan sedang marak? Pengamat otomotif senior sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung, Yannes Pasaribu menyebut, hal itu hanya akal-akal perusahaan Negeri Tirai Bambu, agar mendapat atensi lebih dari masyarakat Indonesia.
“Sejauh ini mereka (merek China) menggunakan label ‘nasional’ untuk keperluan branding saja. Mereka kelihatannya mau menjual isu nasionalisme demi keuntungan pribadi,” ujar Yannes melalui sambungan telepon, Rabu 15 Januari 2020.
Baca juga: Klaim Produk Nasional, Elvindo Kok Mirip Motor China?
Yannes juga menjelaskan, alasan mengapa hanya perusahaan asal China saja yang berani bertindak demikian. Menurut dia, hal itu berkenaan dengan produk mereka yang bisa dibeli dalam kondisi 'white label'.
“Hanya China satu-satunya negara yang mau menjual produk tanpa mereknya (white label) ke negara lain untuk nantinya di-relabelling dan dijual sesuai kesepakatan,” kata dia. (re2)

Banyak Merek Baru tapi Penjualan Mobil di Indonesia Masih 1 Jutaan Unit, Ini Kata Gaikindo

Ambisi Prabowo Ingin Indonesia Bikin Mobil dan Motor Sendiri

Sebelum Prabowo Janjikan Indonesia Bikin Mobil Sendiri, Ada Mobnas Apa Saja?

Pemerintah Gandeng Merek China Bikin Mobil Listrik Nasional, Toyota 'Gigit Jari'

Mengikuti Jejak VinFast, Presiden Jokowi Lobi Vietnam Bikin Mobil Listrik Bareng

Incar Pasar Eropa, Mobil Nasional Vietnam Siap Bangun Pabrik di Jerman

Mobil Nasional Vietnam VinFast Serbu Pasar Eropa di 2022

Youtuber Ini Dilaporkan ke Polisi Usai Review Jelek Mobil Nasional

Mobil Offroad Komodo Buatan Cimahi Dijual Rp110 Juta, Tertarik?

Lampaui Esemka, Mobnas Vietnam Sudah Bersaing dengan Merek Jepang

Fitur yang Melimpah Bikin Harga Jual Mitsubishi New Xpander Tetap Tinggi

Tak Sekedar Mewah, Mitsubishi New Xpander Cross Makin Nyaman dan Aman

Punya Segudang Pengalaman Mobil 1 Mengklaim Bukan Sekadar Oli Mesin

Sebelum Terjun ke Dunia Kerja, Brand Perkakas Ini Transfer Ilmu ke Pelajar SMK
