Mobil LCGC Kini Kena Pajak Barang Mewah, Siap-siap Mahal
100kpj – Saat ini harga mobil yang masuk dalam program KBH2 (Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi) masih cukup kompetitif. Meski sejumlah produsen yang memasarkan mobil jenis tersebut setiap tahun terus mengkerek harga jualnya.
Ada sejumlah produsen meramaikan pasar mobil jenis Low Cost Green Car (LCGC) tersebut. Mulai dari Toyota yang mengandalkan Calya dan Agya, kemudian Daihatsu Sigra dan Ayla, Suzuki Karimun, Honda Brio Satya, Datsun Go serta GO+.
Semua mobil tersebut memiliki harga paling terjangkau, karena pemerintah tidak mengenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Namun pada 16 Oktober 2021 banderol mobil berjenis LCGC tersebut akan jauh lebih mahal dari sekarang.
Hal tersebut tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2019 Tentang Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.
Dalam Bab IV bagian ke satu, Pasal 25 disebutkan mobil LCGC mulai dikenakan tarif PPnBM sebesar 15 persen dari 20 persen harga mobil. Artinya jika mobil tersebut dijual Rp130 jutaan maka konsumen dibebankan biaya tambahan sekitar Rp3,9 juta.
Ketentuan pajak tersebut berlaku bagi mobil LCGC yang menggendong mesin 1.200cc dengan konsumsi bahan bakar minimal 20 kilometer per liter. Sementara untuk emisi karbon yang dihasikan tidak boleh melebihi angka 120 gram per kilometer.
Pasal 25
Kelompok Barang Kena Pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 15 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar 20 persen dari Harga Jual merupakan kendaraan bermotor yang termasuk program kendaraan roda empat hemat energy dan harga terjangkau dengan.
a. motor bakar cetus api dengan konsumsi bahan bakar minyak paling rendah 20 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 sampai dengan 120 gram per kilometer, untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.200cc atau.
b. motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi bahan bakar minyak paling rendah 21,8 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 sampai dengan 120 gram per kilometer, untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500cc. (re2)

Daihatsu Kumpul Sahabat, Cara Menggoda Pengguna Motor Beli Mobil

Mobil LCGC Daihatsu Laku Keras di Jawa Barat, Begitu Juga di GIIAS Bandung

Penjualan Mobil Baru Merosot, Selama 5 Bulan Segini yang Beli Daihatsu

Cuma Satu Bulan Honda Brio Terjual Sebanyak Ini

3 Tips Penting Sebelum Kredit Mobil Baru, Perlu Sadar Diri Soal Keuangan

3 Mobil Baru Daihatsu yang Paling Banyak Dibeli Orang Menyambut Ramadhan

3 Mobil Daihatsu Paling Laku di Awal 2024

Lebih dari 190 Ribu Unit Mobil Daihatsu Dibeli Orang RI Selama 2023, Model Lawas Paling Laku

Mobil Daihatsu yang Paling Dicari Orang di Tahun Ini, Bukan Xenia dan Agya

Ini Mobil Daihatsu yang Paling Banyak Dibeli Orang RI, Bukan Xenia dan Terios

Fitur yang Melimpah Bikin Harga Jual Mitsubishi New Xpander Tetap Tinggi

Tak Sekedar Mewah, Mitsubishi New Xpander Cross Makin Nyaman dan Aman

Punya Segudang Pengalaman Mobil 1 Mengklaim Bukan Sekadar Oli Mesin

Sebelum Terjun ke Dunia Kerja, Brand Perkakas Ini Transfer Ilmu ke Pelajar SMK
