Korea Klaim Telah Kembangkan Mobil Otonom Jauh Sebelum Tesla
100kpj – Profesor dari Korea University, Han Ming-hong mengaku telah mengembangkan mobil otonom sejak 28 tahun lalu, atau jauh sebelum Tesla berdiri. Kala itu, Prof Han dan sejumlah mahasiswanya membangun kendaraan tanpa awak menggunakan teknologi yang terbilang sederhana.
Disitat dari Channel News Asia (CSA), saat mobil otonom tersebut dikembangkan, sistem kecerdasan buatan (AI), radar, kamera, dan sensor memang belum terlalu canggih seperti sekarang. Namun demikian, bukan berarti hasil kerja Prof Han gagal atau tak berfungsi dengan baik.
Baca juga: Harganya Mahal, Mengapa Tesla Diburu dan Diminati Banyak Konsumen?
Berbekal kamera dan chip tercanggih di zamannya, Prof Han nyatanya berhasil membuat mobil melaju tanpa pengemudi. Dia bahkan pernah menguji hasil temuannya tersebut sejauh 300 kilometer tanpa mengalami masalah.
Namun, sayangnya, pengembangan mobil otonom tersebut mendadak dihentikan. Sebab, pemerintah setempat yang sebelumnya mendukung proyek Prof Han mengaku ingin mengalihkan fokusnya ke industri berat lain. Lagipula, menurut mereka, teknologi itu dinilai terlalu berbahaya dan menyimpan banyak risiko.
Kendati demikian, apa yang telah dikerjakan Prof Han dan mahasiswanya layak mendapat apresiasi. Sebab, saat perusahaan lain tengah mengembangkan teknologi konvensional, pihaknya justru sudah melangkah sejauh itu.
Profesor Han Ming-hong Komentari Mobil Otonom Tesla
Prof Han mengklaim, sistem otonom yang terpasang di mobil listrik Tesla tak berbeda jauh dengan apa yang telah dia kerjakan puluhan tahun lalu. Kendati secara teknologi lebih canggih, namun pengaplikasiannya masih terkesan sama.
"Tentu saja Tesla akan hadir dengan teknologi yang lebih keren dan mumpuni karena dana besar yang mereka habiskan. Namun sebenarnya jika melihat dari fungsinya, tidak ada perbedaan yang terlalu jauh (dengan hasil temuannya)," ujar Prof Han, dikutip Sabtu 3 April 2021.
Bukan hanya itu, dia juga meragukan klaim CEO Tesla, Elon Musk yang menyebut mobil mereka telah dibekali sistem otonom level 5. Sebab, pada tahap tersebut, kendaraan sudah berada di tahap ‘full self-driving’ atau benar-benar bisa melaju tanpa pengawasan pengemudi.
Itulah mengapa, Prof Han menantang Elon Musk membuktikan kemampuan mobil otonomnya di jalur yang telah ia siapkan, yakni di Bugak Skyway, Korea Selatan.
Lokasi tersebut memiliki tipe jalan yang unik, lantaran berada di kawasan pegunungan. Selain itu, jalannya sangat berliku dan sempit. Sehingga diyakini bisa mengukur sejauh mana otonom level 5 itu bisa bekerja.
"Saat ini Tesla memang dikenal sebagai mobil terbaik di dunia. Jika ada kesempatan, saya ingin sekali membandingkan teknologi mereka dengan teknologi yang saya buat," kata dia.

Gegara Ini Elon Musk Gak Mau Bikin Mobil Listrik Tesla di Indonesia

Tesla Cybertruck Akhirnya Masuk Indonesia, Pemiliknya Bikin Penasaran

Masih Ada Harapan Tesla Masuk RI, Luhut Binsar Pandjaitan Bilang Begini

Gak Sampai 24 Jam Mobil Listrik Ini Dipesan 68 Ribu Unit, Bikin Tesla Ketar-ketir

Akhir Maret Dijual, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasi Mobil Listrik Xiaomi SU7

Hadirnya BYD Bikin Luhut Binsar Pandjaitan Gak 'Ngarep' Tesla Masuk RI

Elon Musk Ingatkan Ancaman Nyata Mobil China bagi Pabrikan Otomotif di Dunia

Luhut Sebut Indonesia Bakal Gandeng China Garap Baterai Listrik LFP

Ogah Beri Diskon, Tesla Pilih Luncurkan Mobil Listrik Murah

Pernah Ketemu Elon Musk, Luhut Bantah Baterai Tesla di China Tidak 100 Persen LFP

Fitur yang Melimpah Bikin Harga Jual Mitsubishi New Xpander Tetap Tinggi

Tak Sekedar Mewah, Mitsubishi New Xpander Cross Makin Nyaman dan Aman

Punya Segudang Pengalaman Mobil 1 Mengklaim Bukan Sekadar Oli Mesin

Sebelum Terjun ke Dunia Kerja, Brand Perkakas Ini Transfer Ilmu ke Pelajar SMK
