PPnBM Mobil di atas 1.500cc, Honda Minta Kandungan Lokal Diturunkan
100kpj – Kebijakan yang dibuat pemerintah melalui PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) nol persen untuk mobil baru mendapatkan respon positif. Dengan harga jual yang lebih terjangkau, penjualan mobil kembali bergairah.
Namun isentif itu hanya diberikan untuk 21 mobil baru yang memiliki kapasitas mesin sampai dengan 1.500cc, berpenggerak dua roda. Kemudian wajib diproduksi di dalam negeri, dan mengadopsi komponen lokal 70 persen.
Baca juga: Honda Panas CR-V Gak Bakal Dapat Diskon PPnBM Seperti Toyota Fortuner
Demi menumbuhkan penjualan di segmen lain, Presiden Jokowi mengarahkan agar keringanan pajak itu juga dinikmati jenis mobil lainnya. Terutama yang memiliki mesin di atas 1.500cc, namun tetap berstatus buatan dalam negeri.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, syarat mobil dengan kapasitas mesin yang lebih besar itu tetap memiliki kandungan lokal 70 persen. “Jadi kita sedang melakukan penyempurnaan ini, mungkin bisa sampai 2.500cc,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai salah satu produsen mobil berharap agar perluasan yang direncanakan pemerintah untuk kebijakan PPnBM perlu mempertimbangkan syarat dari kandungan lokalnya.
“Jika skema relaksasi dapat diterapkan untuk segmen yang lebih luas, sebaiknya juga dipertimbangkan kembali mengenai batasan local purchasenya sebagai syarat,” ujar Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM, Yusak Billy kepada 100kpj, Rabu 17 Maret 2021.
Menurutnya, jika tujuan pemerintah mendorong pertumbangan industri otomotif, perlu menurunkan kandungan lokalnnya. Agar semua segmen dapat menikmati kebijakan tersebut, termasuk usaha kecil menengah sebagai pemasok parts.
“Kami menilai menurunkan Local purchase ke 50 persen untuk semua segmen (bukan hanya di bawah 2.500cc saja, namun juga termasuk di bawah 1.500 cc) akan memberikan dampak positif yang lebih besar, terutama bagi UKM dan pemasok lokal,” tuturnya.
“Dengan demikian, semakin banyak industri dan segmen otomotif yang mendapatkan dampak positif, bukan hanya mengarah pada segmen tertentu saja,” sambung Yusak Billy.
Lebih lanjut dia menjelaskan, bisa saja pabrikan atau produsen meningkatkan kandungan lokal agar produknya sesuai dengan kebiijakan pemerintah. Namun perlu dilakukan secara bertahap, karena kualitasnya tetap diperhatikan.
“Meningkatkan local content bisa saja secara bertahap sih ya. Tidak bisa langsung dadakan. Kalau menurunkan syarat local purchase (bukan 70%), maka banyak pemain yang akan berpartisipasi (baik pemasok maupun APM) dan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi secara cepat sebagai tujuan utama,” katanya.

Bakal Kena PPN 12 Persen, Ini Motor dan Mobil yang Masuk Kategori Mewah

Tahun Depan BYD Jualan Mobil Hybrid di Indonesia

Beda Kelas Harga Hyundai Tucson Baru Lebih Mahal dari Yaris Cross dan Honda HR-V, Pilih Mana?

New Hyundai Tucson Hybrid Meluncur di RI, Begini Spesifikasi dan Harganya

10 Brand Mobil Paling Diburu Orang RI di Bulan Lalu, BYD Bikin Pusing Pemain Lama

Pemerintah Bebaskan PPnBM Mobil Listrik Impor, Ini Rinciannya

Jetour Resmi Umumkan Harga 2 Mobilnya di Indonesia, Dashing dan X70 Plus

Ini yang Bikin Gaikindo Pede Penjualan Mobil Bisa Tembus 1 Juta Unit Lagi

All New Hyundai Santa Fe Meluncur di Indonesia, Harganya Mulai Rp600 Jutaan

Hyundai Santa Fe Baru Meluncur Bulan Depan di Indonesia, Siap Bikin CR-V e:HEV Minder

Fitur yang Melimpah Bikin Harga Jual Mitsubishi New Xpander Tetap Tinggi

Tak Sekedar Mewah, Mitsubishi New Xpander Cross Makin Nyaman dan Aman

Punya Segudang Pengalaman Mobil 1 Mengklaim Bukan Sekadar Oli Mesin

Sebelum Terjun ke Dunia Kerja, Brand Perkakas Ini Transfer Ilmu ke Pelajar SMK
